A Self Talk

Siapakah lawan terbesar dalam meraih sukses masa depanmu? Ya, pasti kau tahu jawabannya.

Diri Sendiri.

Tapi tahukah kamu siapa yang di maksud dengan diri sendiri ?

Pengalaman masa lalumu..

Kebiasaan lamamu..

Persepsimu..

Traumamu..

Sensitifmu..

dan Semua ketakutan yang muncul di pikiranmu sendiri..

Semua yang terjadi dalam hidupmu memang meninggalkan jejak kehidupan. Tapi apa yang menantimu jauh lebih besar dan jauh lebih baik daripada apa yang pernah terjadi dalam hidupmu.

Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang.

 

Kekuatan apa yang sesungguhnya mampu menggerakkanmu untuk terus melangkah? Kekuatan apa yang membuatmu dapat konsisten mengalahkan diri sendiri ? Karena kau harus jujur, bahwa perjuanganmu ga mudah. Energimu harus besar. Jauh lebih besar untuk mengalahkan trauma dan semua hal negatif itu.

Karena kau harus berani percaya. Percaya bahwa kau bisa. Percaya dan menerima dirimu sebagai orang yang berhasil.

 

Cuma satu yang bisa membuatmu kuat. Cuma satu yang bisa memberimu energi demikian besar. Cuma satu yang bisa memberikan jaminan itu.

Namanya adalah TUHAN.

Cuma pribadi yang paling kuat yang bisa memberimu kekuatan tanpa batas. Cuma pribadi yang paling besar dari segala sesuatu yang mampu mengatasi segalanya. Cuma pribadi yang menguasai ruang dan waktu yang bisa memberi jaminan keberhasilan. Karena Ia sudah ada disana dan ingin memberitahumu bahwa kamu juga ada di sana. Di masa depan yang cemerlang itu.

 

Bagiamana kalau kau lelah untuk berjuang? Bagaimana kalau kau tidak tahan akan rasa sakit saat melakukan perlawanan?

Akankah kau berhenti?

Semua memang keputusanmu. Berhenti untuk mengambil apa yang sudah pasti menjadi bagianmu. Berhenti dan menukarkan apa yang sementara dengan apa yang kekal. Rasanya pasti sayang sekali… Sayang sekali bila hal itu terjadi. Namun, satu hal yang pasti…

Ia yang memanggil kamu adalah setia. Ia juga akan menggenapinya.

Jadi, mari terus berjuang dan kalahkan diri sendiri.

Image

faith.stand.still

“Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”

Jawab orang itu : “Tuhan, supaya aku dapat melihat!”

Lalu kata Yesus kepadanya : “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Lukas 18 : 41-42

Hampir sebulan ini aku mempunyai disiplin baru, yaitu pembacaan Alkitab minimal 3 pasal sehari. Selama pembacaan tersebut, aku menyaksikan banyak kisah luar biasa yang hanya dicatat dalam potongan ayat yang singkat saja. Ada perubahan hidup orang-orang yang sakit, menderita, terikat, berdosa setelah bertemu dengan Pribadi yang berkuasa.

Seperti potongan percakapan di atas, sangat singkat tapi powerful. Pengemis yang buta ini adalah seorang yang beriman. Kalau kita membayangkan situasinya, tentu saja bukan hal yang mudah bagi Bartimeus (nama pengemis tersebut) untuk mengalami mujizat kesembuhan. Pertama, dia adalah seorang pengemis yang buta. Kondisinya sangat mungkin membuatnya rendah diri dan kehilangan pengharapan, menyerah begitu saja untuk menerima takdirnya : miskin dan buta. Seseorang yang buta secara jasmani tidak bisa melihat apapun yang ada disekitarnya, sehingga sangat mungkin rohaninya ikut buta. Informasinya terbatas, dunianya gelap, tidak punya gambaran hidup yang berwarna. Namun yang terjadi adalah dia peka terhadap situasi disekelilingnya, dia mendengar bahwa Yesus orang Nazaret melewati daerah itu dan dia mengambil tindakan untuk berjumpa denganNya…

Kedua, Bartimeus tidak berhenti saat sekelilingnya berusaha untuk menghentikan teriakannya. Semakin dia ditegor untuk diam, semakin keras pula suaranya memanggil Yesus. Situasi ini tidaklah mudah, sangat tidak mudah. Berapa banyak kejadian yang kualami saat orang lain (baru saja) mengkritik usahaku dan dengan mudahnya aku berhenti. Aku yakin teguran orang disekitar Bartimeus bukanlah teguran halus, melainkan makian bahkan bisa jadi dibarengi dengan tindakan kasar untuk membuatnya berhenti berteriak. Namun kita lihat, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Yesus pun berhenti dan berkata “panggilah dia”.

Ketiga, dia tahu apa yang dia mau. Ia hanya mau “melihat”. Ia tidak menginginkan kekayaan, tidak menginginkan reputasi, namun ia hanya ingin melihat. Dan terjadilah sesuai imannya. Saat Bartimeus dapat melihat, ia mengalami mujizat terbesar dalam kehidupannya. Ia dapat melihat dan melayani Tuhan. Mempunyai penglihatan yang baik sama dengan mempunyai visi yang jelas. Seseorang yang buta tidak mempunyai visi hidup dan tidak tahu arah kemana perlu ia tuju. Tetapi orang yang dapat melihat itu bergerak dan menuju arah tujuan tersebut.

Faith.Stand.Still

Aku belajar dari seorang Bartimeus, seorang yang beriman. Tidak peduli apapun latar belakang dan kondisinya, ia percaya bahwa hidupnya pasti berubah saat bertemu dengan Yesus, orang Nazaret itu. Seorang yang beriman menitikberatkan kepercayaannya pada kuasa di luar dirinya. Seluruh hasil doanya terjadi di luar kendalinya. Hanya satu bagiannya, berteriak dengan kencang memanggil nama Yesus di tengah keramaian…

Bartimeus bisa saja memilih untuk minder, diam saja, dan hanya berdiri di pojok menjadi penonton mujizat yang terjadi. Tentunya tidak akan ada kisah ini diceritakan. Pasti ada resiko yang terjadi dalam setiap keputusan. Tapi kisah ini menunjukkan bahwa iman yang berdiri tegak akan membawamu pada penglihatan yang jelas. Teruslah berdiri tegak atas apa yang kau yakini. Tidak ada keyakinan yang sama pada pribadi yang berbeda. Semua punya alasan untuk berdiri pada hal yang berbeda. Tidak perlu bandingkan imanmu dan imannya. Berdirilah tegak, atau kau tidak akan pergi kemana-mana. Berdirilah tegak,  atau kau tidak akan melihat dan tersesat.