my first love

Aku pertama kali melihatnya 27 tahun yang lalu. Tapi mungkin baru benar-benar mengenalnya sekitar belasan tahun. Yah, tentu dibutuhkan proses untuk mengenal orang lain dan menurutku ini adalah proses seumur hidup. Dimataku, ia merupakan sesosok pria yang hangat, lucu, populer, namun romantis. Tidak sulit menemukannya dalam sebuah kumpulan keramaian, karena pasti ada disana sebagai salah satu penyebab gegap gempitanya kumpulan tersebut. Harus bersabar bila ia sudah berkumpul bersama teman-temannya, karena dapat dipastikan pembicaraan akan berlangsung panjang dan lama.

Hal yang paling kusukai adalah kemampuannya untuk melihat sebuah hal dalam perspektif yang berbeda. Ia seringkali tidak melihat dari sisi orang kebanyakan. Mungkin hal ini yang membuatnya sering dijadikan tempat orang-orang untuk bertukar pikiran. Menariknya, ia bukanlah orang yang suka memaksakan pendapatnya, ia menyukai dan menghargai perbedaan pendapat. Bagiku, ia pandai sekali berdiplomasi, menyampaikan ide dan gagasannya secara persuasif tanpa membuat orang lain merasa dipaksa untuk menelan pemikirannya. Hebat!

Sebagai seorang wanita, melihat cowok yang jago main gitar klasik itu keren banget ya pastinya. Ditambah suaranya bagus dan pinter melukis pula. Diajak ngobrol pakai bahasa Inggris? Jangan, ditanya.. Doi tutor di lembaga kursus bahasa ternama. Perfecto!

girl-hugging-dad-with-i-love-you-card

Hari ini, aku menuliskan notes ini sebagai sebuah ungkapan hatiku. Betapa bersyukurnya aku bisa berkata,

My Dad, is My First Love

Aku bangga menyebut cinta pertamaku adalah Papaku. Semua alasan yang kusebutkan tadi memang benar, itu kepribadian Papa yang kusukai. Tapi apa yang sesungguhnya menjadi alasanku adalah, karena Papa mencintai dan mengasihi Mama dengan setulus hati. Meskipun tidak sempurna, masih ada kecekcokan disana-sini, tapi aku menjadi mengerti bagaimana seorang Pria dapat mengasihi wanitanya dengan sungguh. Padahal Papa dan Mama memiliki kepribadian yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Setelah dewasa rasanya sulit membayangkan bisa hidup bersama pasangan yang punya kepribadian begitu berbeda. Namun melihat teladan mereka, aku mengerti bagaimana cinta dapat meretas perbedaan 🙂

Di hari spesialmu, sejujurnya aku sedih karena belum bisa memberikan apa-apa. Tapi aku berjanji, gadismu ini akan mengukir kisah manis yang akan selalu bisa kau banggakan.

I promise you 🙂

And last but not least, i wanna say..

dad