“Kamu sudah minum obat?” tanya Bu Cis.

“Belum bu. Biasanya kalau diare seperti ini, saya diamkan saja sembuh sendiri. Tapi kali ini ga tau kenapa ga berhenti-berhenti” jawabku.

“Yaah.. kan kamu udah tambah tua kemarin” ujarnya santai.

“…… (nyengir)”

Beberapa hari ini memang aku sedang kurang fit, mungkin masuk angin juga sehingga kondisi tubuh tak kunjung pulih. Namun pembicaraan singkat tadi membuatku tersenyum sekaligus merenung. Apa iya pengaruh tambah umur itu se-signifikan itu? Gawat juga dampaknya, tambah usia namun tidak dibarengi tambahnya usaha untuk meningkatkan stamina tubuh.

Nah, itu baru dampak langsung terhadap tubuh fisik. Bagaimana dengan yang non fisik? Terhadap mental, kecerdasan, emosional, spiritualitas ku? Kusadari beberapa tahun belakangan ini, semakin sedikit aku membaca buku dan melakukan meditasi. Lebih banyak berkegiatan, semakin sedikit waktu untuk mencerna apa yang kupelajari. Dan kusadari semakin tumpul juga keberanianku untuk mengambil resiko atas keputusan-keputusan yang harus di ambil.

A person who risks nothing, does nothing, has nothing, and is nothing. He may avoid suffering and sorrow, but he can not learn, feel, change, grow, and love. Chained by his certitude, he is a slave, he has forfeited his freedom. Only the person who risks is truly free.

Leo Buscaglia

Seperti celetukan Bu Cis tadi, semakin aku tua berarti semakin sedikit waktu yang kumiliki di bumi. Dan memang tidak pernah ada yang tahu seberapa banyak waktu yang kita miliki, yang Tuhan percayakan untuk dikelola, lebih tepatnya. Sampah bisa dibuang, makanan dan buku bisa disimpan, tetapi waktu tidak bisa kita simpan. Sekali hilang ia akan hilang selama-lamanya.

Satu hal yang kusadari, mengambil resiko itu bukan pilihan sebenarnya. Sebab apapun yang kita lakukan, pasti ada resikonya. Tergantung apakah itu resiko yang membuat kita belajar semakin kuat, kreatif, dan terasah, atau resiko yang membuat kita berhenti, kerdil, dan takut untuk maju.

Ya, waktu terus berjalan. Umur bertambah. Waktu semakin sedikit. Orang lain terus bergerak. Teknologi terus berkembang. Zaman semakin modern. Tuhan akan segera datang. Aku? Aku disini tersadar dan tertampar. Ambillah resiko!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s