A Jar of Gratitude

Setiap awal tahun biasanya orang menyiapkan berbagai resolusi dan target untuk dicapai. Begitu pun aku. Salah satu resolusi yang kumiliki adalah dengan menuliskan jejak-jejak pengucapan syukur setiap minggunya, dan dimasukkan ke dalam sebuah toples. Selama 52 minggu.

Menoleh ke belakang, menyaksikan ternyata ada begitu banyak hal yang terjadi di tahun 2016 yang luar biasa. Seperti film yang diputar, rasanya ajaib melihat hari-hari yang kulalui penuh dengan pertolongan Tuhan. Meskipun banyak memory yang hanya bisa disimpan di ingatan, namun terima kasih kepada facebook, instagram, gallery handphone yang membantu merekam jejak yang ada.

Terinspirasi, alangkah gratefulindahnya apabila setiap perjalanan iman terdokumentasi dan dapat diceritakan ulang. Tergambar perasaan yang akan muncul di akhir tahun saat mengenangnya kembali. Pengucapan Syukur. Ya, itulah yang ingin kulakukan saat aku menutup tahun 2017 nanti. Tidak ada kata lain yang akan meluncur dari mulutku selain, terima kasih Tuhan.

 

Belakangan ini, aku menjadi pribadi yang lebih sensitif. Sensitif untuk belajar, mengamati keadaan di sekitar dan belajar dari setiap kejadian yang ada. Tidak mudah untuk menghakimi atau menilai sesuatu hal, melainkan belajar menganalisa mengapa bisa terjadi demikian. Dan mengambil kesimpulan untuk melakukan atau tidak melakukannya.

Aku ingin menjadi pribadi yang lebih efektif dalam melalui hari. Melakukan apa yang perlu dilakukan, membuang apa yang perlu dibuang, memperjuangkan apa yang perlu diperjuangkan. Semakin menyadari bahwa hari-hari yang kita lalui begitu singkat. Menjadi semakin singkat bila tanpa ada pemaknaan yang terjadi setiap harinya. Setiap hari yang dilalui harus begitu hebatnya, sehingga bisa menjadi “warisan” untuk orang lain.

Aku teringat yang disampaikan oleh Mentorku, mengenai kebahagiaan. Kebahagiaan akan tercipta apabila ada ada pleasure & meaning. Asal salah satu syarat terpenuhi, maka kebahagiaan terjadi. Ya, tahun 2017 ini aku ingin bahagia. Jauh lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya yang sudah penuh juga dengan kebahagiaan ­čÖé Aku ingin memenuhi hari-hariku dengan pleasure (=kesenangan, sukacita) dan meaning (=pemaknaan, hikmat).

Gimana caranya? Matur nuwun parang Gusti Yesus, sudah dikasih pegangan hidup untuk menjalani hari-hari…

Dan bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu